“Tapi bisa jadi Lembah Iblis hanya tipu muslihat Kim Go Xing saja, dia sengaja menjebak engkau, karena dendamnya dia sengaja memancing engkau ke sana agar ....” meski Shen Qing Hong belum melanjutkan ucapannya yang terakhir “agar mengantar nyawa”, namun apa yang akan dikatakannya sudah cukup jelas bagi orang lain.
“Sekalipun Lembah Iblis adalah gunung bergolok dan lautan api juga belum tentu dapat mencabut nyawaku,” teriak Yan Nan Tian sambil bergelak tertawa keras.
“Tapi ... tapi ....”
“Tekadku sudah bulat, tidak perlu lagi kau bicara,” bentak Yan Nan Tian sebelum lanjut ucapan Shen Qing Hong.
Terpaksa pemimpin perusahaan pengawalan itu tutup mulut dan menghela napas belaka.
“Bagus!” Kim Go Xing juga memuji dengan agak menyesal.
“Yan Nan Tian ternyata seorang ksatria sejati, sampai Lembah Iblis juga berani diterobosnya. Meski kepergianmu ke sana jelas tiada harapan buat pulang kembali lagi, tapi engkau pasti akan dikagumi setiap insan persilatan di dunia ini.”
“Dan apalagi yang hendak kau katakan?” tanya Yan Nan Tian.
“Tidak ada lagi, ambillah biji mataku!” jawab Kim Go Xing.
Di tengah suara jeritan ngeri, sepasang biji mata Kim Go Xing si kera emas dari kawanan Bandit 12 Shio itu tahu-tahu sudah terkorek keluar, yang tertinggal hanya lubang mata yang berdarah.
Yan Nan Tian lemparkan tubuh Kim Go Xing ke depan Shen Qing Hong dan berseru, “Kuserahkan orang ini padamu!”
Habis berkata segera ia melayang pergi dengan cepat. Lei Xiao Hu masih tergeletak di tengah genangan darah menindihi si anjing tadi, anjing dan manusianya sama kempas-kempis dan tak sanggup bergerak lagi.
\
Dengan pandangan haru Shen Qing Hong memandang sekejap pada Lei Xiao Hu, lalu sorot matanya beralih kepada Kim Go Xing, katanya dengan penuh benci, “Betapa pun cerdiknya kau kera ini, nyatanya kau pun dapat berbuat bodoh.”
Meski rasa sakitnya tadi membikin Kim Go Xing hampir pingsan, tapi sekarang ia sudah sadar kembali, seperti didorong oleh kekuatan gaib saja, kini ia dapat menahan penderitaannya dan mengeluarkan sebungkus obat untuk dibubuhkan pada lubang matanya sendiri.
Bahkan mulutnya masih sanggup bicara walaupun dengan rada gemetar, “Kau bilang aku berbuat bodoh?”
“Ya, meski Pendekar Yan tidak mencabut nyawamu tapi kau diserahkan padaku, memangnya aku dapat mengampuni jiwamu?” ujar Shen Qing Hong, “Biarpun lukamu diberi obat, lalu apa gunanya lagi?” \
“Sudah tentu besar gunanya,” jawab Kim Go Xing, “Aku takkan mati. Kau tidak mampu membunuh diriku.”
“Hahahaha!” Shen Qing Hong mengakak keras, “Siapalagi yang dapat menolongmu sekarang?”
“Aku sendiri,” jawab Kim Go Xing.
Sejenak Shen Qing Hong melengak, tapi segera ia membentak, “Baik, ingin kulihat cara bagaimana kau menolong jiwamu sendiri ....” di tengah bentakannya itu telapak tangannya terus menabok batok kepala Kim Go Xing.
Mendadak Kim Go Xing berseru, “Apakah kau tidak lagi ingin menemukan kembali harta benda kawalanmu yang hilang itu?”
Seketika telapak tangan Shen Qing Hong terhenti di udara. Memang benar juga, kalau Kim Go Xing dibunuh, lalu kepada siapa ia harus mencari keterangan?
“Nah, apa kataku? Memang sudah kuperhitungkan kau takkan berani membunuh diriku,” demikian Kim Go Xing terkekek-kekek senang.
Beberapa kali Shen Qing Hong akan membinasakan musuh itu saking gemasnya karena ejekan itu, tapi akhirnya tak jadi, ia menghela napas dan menarik kembali tangannya dan berkata, “Baiklah kau yang menang. Sementara ini kau harus ikut padaku.”
Harta benda yang hilang di bawah pengawalannya itu memang menyangkut nasib hidup dan matinya Biro Pengawalan 3 Besar, selamanya Shen Qing Hong tidak pernah mengingkari janji dan senantiasa bertugas dengan baik, kali ini ia pun tidak ingin mengingkari kewajiban atas kepercayaan para pemilik barang kepada Biro Pengawalan 3 Besar.
Dengan terkekek-kekek Kim Go Xing mengejek pula, “Nah, Shen Qing Hong, sekarang kau baru tahu bahwa aku tidak begitu mudah dibunuh oleh siapa pun juga, bukan?!”
No comments:
Post a Comment